Friday, July 29, 2011

com.pas [trailer]

Posted by ammie at 9:07 PM
Reactions: 
4 comments Links to this post

Hai,, apa kabar mu?
Sepertinya sangat sangat baik yah?? tentu saja, apalagi dengan keberadaan benda yang disampingmu itu.

oh, kau tanya kabarku? hmm.. usually. yah,, sangat sangat biasa.
Maaf bukan aku ingin mengusik kau yang tengah berbunga-bunga, lalu menguncang tangkai hingga bunganya jatuh ke lumpur. Kaupun tau aku bukan kumbang yang ingin mengisap sari mu dan mengkoyak pelepah. Aku hanya capung buruk rupa yang kehilangan kompas. Dan tak tau jalan pulang. Karena kompas itu sekarang telah menjadi milikmu. Entahlah, aku heran, kau adalah sebatang bunga yang elok, untuk apa lagi kompas itu?? Kau tak butuh itu, aku yang butuh!

kompas itu adalah dewa yang di utus Tuhan untukku, bukan kamu!
Tugasnya bukan untuk hiasan kebun bertabur emas, bukan gantungan tangkai berlian.
Atau sekedar menghitung hari yang membosankan bersamamu.

Tolong kembalikan padaku,
Perjalananku masih panjang. Aku ingin menemukan sebuah savana yang bernama kebahagian. Terhampar luas rumput keceriaan dengan serambi kepercayaan dan sebuah pondok keteduhan. Disana terdapat anak-anak kelinci bertelinga panjang tengah menyiangi rumput keceriaan.Dan hanya bersama kompas itulah aku mampu menemukannya.

Thursday, July 21, 2011

i believe

Posted by ammie at 8:28 PM
Reactions: 
3 comments Links to this post
Kemarin saya iseng pengen dengar lagu Maher zain di youtube, Subhanallah,, ada lagu terbarunya. Saya langsung puter. Musiknya selalu saja menggetarkan hati. Apa lagi yang ini, instrumen awalnya, liriknya, video klipnya tak lupa suaranya yang khas. Kali ini doi duet sama Irfan Makki.
Saya langsung download, lagu ini jadi top n the one dalam playlist. Alias direplay melulu..hhehe
I Believe.

Ya itu judulnya.
Mengingatkan saya akan sebuah harapan yang saya tanam sejak dua tahun terakhir.
Saya berusaha menyisihkan gaji untuk membeli benda tersebut, beberapa bulan yang lalu tabungan saya sudah lumayan. Dan saya dapat telpon dari mama katanya beliau butuh uang. Katanya hanya saya satu-satunya harapan mama. Tentu saja, saya kan anak pertama.
Tampa pikir panjang saya langsung transfer.
Mungkin belum waktunya
. Pikir saya.
Namun percayalah Allah itu tidak tuli, buta. Allah Maha mendengar, Allah Maha melihat dan Allah maha kuasa.
Dan sepertinya Allah mengabulkan doa dan harapan saya dengan cara yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya.
Dan saya mendapat lagi pelajaran bahwa setipa rezeki yang Allah beri, sejatinya bukan hak kita sepenuhnya, ada hak orang lain. Jika kita memberi maka suatu saat kita pasti akan menerima bahkan jauh dari apa yang kita beri.
Percayalah...
Jika kita bersyukur atas hal kecil, maka Allah akan memberi hal yang besar, tentunya diwaktu yang tepat dan cara yang indah.
Percayalah....
hal yang menurut kita baik belum tentu baik dimata Allah,,,
Percayalah....
hal yang tidak kita kehendaki bisa jadi itulah yang Allah kehendaki untuk kita.
Percayalah...
Dengan mendekatkan diri hanya pada Allah maka kita akan didekatkan dengan kedamaian.
Percayalah... :)

When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you
He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day

Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?
MAHER ZAIN
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings
You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day
Chorus
If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through
I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace
Chorus
I believe I believe, I believe I believe

(karena koneksi lemot saya jadi ngga bisa upload videonya)


(ganteng banget sih ya,,,:)..hihihi )

Monday, July 18, 2011

[beginning] "welcom to the nightmare"

Posted by ammie at 10:22 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post


"Udah de, kamu jangan ragu lagi, tentuin pilihan kamu sekarang"
Mata gue masih tertuju pada lembaran kertas itu.
"fiuuuh,,, gimana nih bli,,, aku pilih mana ya? Aku suka banget akuntansi. Tapi.."
Teringat perkataan Bli kemarin.
Akuntansi belajarnya itu -itu aja, kalo informatika mengikuti perkembangan teknologi udah gitu jarang yang masuk disitu jadi kesempatan kerja kan lebih luas.

Bener juga ya. Ujung pulpen dengan mantap mencontreng kota berwarna hijau muda.
Serasa awal mimpi buruk... ucapkan selamat tinggal untuk akuntansi.
***
"Pin..."
"Kenapa Mmy..."
"Entar sore bisa anterin gue nggak?"
"Kemana?"
"hari ini gue mulai ospek"
"oh,,, jam berapa?"
" Lu jemput jam 5 ya?? Tenang ntar gue traktir buka puasa deh,,,hheee"
"ok.."
***
"Lu mau makan apa?"
"Terserah lu aja, kan lu yang traktir,,"
"Ok.. nasi padang aja yah,,,".Nyengir.
"Bukannya tiap hari lu juga makan?"
"hahaha..ia ia..nggak apa dah"
Ayam bakar kesukaan saya telah terhidang dengan segelas teh tawar hangat.
Gue lirik jam yang tertonggok di sudut kiri.
"Masih lama woi..". Tangan ipin menyambar pandangan.
"haha..bukan itu dodol,, sejam lagi gue ospek, dan nggak satupun manusia yang gue kenal di sana, gue pasti cengo kaya sapi ompong". Gue beralih memandang cowo berambut kigrak yang ada di hadapan gue.
Ipin. Sahabat gue, kami berteman sejak masih sekolah dulu, tapi baru akrab setelah lulus.
Dia sahabat yang baik. Beberapa waktu lalu sempet bilang kalo dia naksir gue. Tapi jelas buat gue dia sahabat dan sampai kapanpun sahabat. karena gue tau gue bukan cewe yang baik buat dia.
"yaelah,,,ntar kenalanlah disana, cewe kaya lu pasti gampang nyari temen"hiburnya.
"haa,,bisa aj lu, gue kan jutek, pendiem dan susah bergaul, mana ada yang mau temenan ama gue".
"hhaa,,ia juga sih, lu tau kenapa nggak dari dulu gue kenalan ama elu?"
"Kenapa?"
"Karena muka elu itu lebih serem dari ibu tiri..". Tawa kami menggema seiring azan maghrib berkumandang.
***
"Makasi ya pin,,,"
"Iya, sama-sama. Entar mau dijemput nggak?"
"Makasi pin, gue pulang sendiri aja nggak pa-pa kok".
"Yaudah, semangat ya,,,kalo bete sms gue aja. Ok!!". Senyumnya itu masih malu-malu.
"Thank's...".

Hayah... Rame banget sih manusianya?
"Jam udah nenunjukkan pukul 19.15, itu artinya gue telat!!!!". Aku langsung menaiki anak tangga.
Ruang berapa sih gue ya? Haduuww,,, ya udadeh, masuk aja."
Akhirnya gue memasuki 302 mengikuti dua orang sebelumnya yang tampak kebingungan juga.
Kecurigaan gue ternyata bener, kita bertiga salah masuk. Ruangan itu Jurusan KA(Komputer Akuntansi). Apa emang takdir gue harusnya KA ya??.
Hellllow... WEKKKKkkaaaaUP... Jelas-jelas lu udah contreng warna ijo! Itu artinya selamat tinggal KA. hiksss...
Dan akhirnya gue dikasih tau kalo MI itu ada disebelah pojok kanan.
Dengan tampang manyun gue memasuki mimpi buruk gue. Diatas pintu berayun tulisan chiller dilumuri darah "WELCOM To The Nightmare"


to be continues....



monolog netra

Posted by ammie at 8:24 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post
days#1

Ini hari pertama aku tak menyapa- dengan sapaan penuh hinaan, tak menggangu mu dengan kata-kata bual super aneh yang membuat kau berpikir sama dengan ku. Yah,,kita memang pembual sejati. Lucunya jika ingat itu.
Mungkin mimpi ku telah usai, nyata itu memang menyakitkan, tapi itulah yang sesungguhnya ada.
Berusaha menepismu. Itulah yang sedang ku usahakan. Mungkin akan menyiksa. Menumpulkan anganku, mimpiku dan segala tentangmu.Tak ada lagi cerita dan segenap ilmu yang selalu kau suguhkan untuk kemudian ku telusuri di dunia maya.
Kau telah membusuk disana. ditempat yang tak mungkin ku kunjungi,
Yah,,, akupun telah berdaulat. Tak akan mengabari mu duluan . Kau saja.
Aku memang agak lebay. Akupun tau kau kini sudah memmiliki kandidat yang akan menjadi 'putri duyung'mu kelak. kau sekarang sudah tak sesantai dulu, tak punya banyak waktu untuk membual, berdebat dan berlawak.
Tapi sifatmu yang aneh itu membuat aku ingin selalu tau apa yang terjadi denganmu detik ini. Terlambat...
Aku telah singkirkan angka-angka dari kontak yang dapat menghubungkan ku denganmu. Aku ingin bisa tampa mu.

***
days#2

Entah apa yang ada di angka ini, seperti alarm dipagi buta, membangunkan ku untuk mulai memasuki duniamu. Semua tentangmu. Banyak hal yang ingin ku ceritakan.
Tentang the Island tadi malam. Aku berkhayal kita ada dalam petualangan the Island. Banyak pertanyakan yang mungkin kau saja yang tau jawabannya.
Hingga pertanyakan itu berlanjut kedalam mimpi ku. Seperti yang pernah kau katakan. Seperti waktu itu sehabis membaca buku tentang kematian seorang bintang besar di Amerika. Lalu akupun dihantui kematian akan menghampiriku dalam waktu singkat. Aku kelabakan. Seakan belum siap dengan pikiran yang terus menghantuiku. Dan kau berkata.
Jika aku mempunyai daya khayal tinggi. Jadi setiap apa yang ku lihat, baca maka akan berpengaruh pada apa yang ku rasakan.

"Itu cuma halusinasi lu aja, makanya kalo baca itu jangan terlalu dikhayati. Jangan-jangan elu berniat bunuh diri juga kaya tu yang dibuku!!"

Tapi mungkin itu benar. Aku hanya terlalu berhalusinasi. Malamnya aku bermimpi
Tentang ribuan bintang yang ku liat lalu bintang itu diserebotot cahaya terang dan besar seperti matahari. Cahaya itu melenyapkan bintang. Aku benci itu. Yah,, cahaya itu memang lebih terang, tapi tak semenawan cahaya bintang, redup tapi mempesona.
Dan bintang itu adalah kamu....

days #3


Dihari ketiga hambar itu makin jelas terasa. catatan ku kosong. Sengaja ku kosongkan.

days#4


Aku bermalas-malas didunia maya, mencari sedikit udara dengan molekul beda, tentunya ingin tak mencium aromamu.
Tiba -tiba nyawa mu berkedip dibalik dinding berlapis kaca tebal. Menyelinap bau khas itu.
Semakin lama detaknya kamin terasa. Kau kah itu??? Aku ingin menyapamu...sungguh...
Tapi.... Ahhhgg,,, Yasudahlah lupakan!!!!
5 menit...
10 menit... berlalu...
Aku ingin sekali menyapa...!!!!!
Entah apa yang terjadi dengan jemari centilku ini, tampa berkompromi dengan lincah bergoyang diatas keyboard.
"Kredok basi, masih idup lo?"
........ beberapa detik
"hahaha,,, ia nih gue sibuk bgt .."
.........
"Tega bgt lu, biarin gue maen comberan sendirian!!!"
"hahha...Semuanya pada sensi ama gue ampe mantan-mantan gue kompakan bgt nyerang gue!"
.......
"kok bisa gitu?"
.......
"gara-gara sms gue singkat-singkat dan waktu itu si X minta chat tapi gue bilang gue ga bisa, gue capek"
"Tau deh yang udah kerja... nggak traktir gue goreng pake jengkol lo!!!!"
.. entahlah , aku merasa ini bukan pembicaraan kita. aku lupa terusannya.

***
Siapa sih lo? pacar bukan, sodara bukan! tapi tampa lo rasanya gue hambar kaya sayur nggak pake garem.

Monday, July 11, 2011

the nightmare..x

Posted by ammie at 7:26 PM
Reactions: 
3 comments Links to this post



Aromamu kembali terkecup, begitu pula aromaku. Aroma yang apabila melebur akan menghasilkan ketegangan yang makin klimaks. Yah, sampai kapanpun air dan minyak itu memang tak akan mungkin menyatu.

Aku mencoba untuk sedikit memberikan nafas disela sirkulasi yang memang tak pernah stabil. Sebuah sapaan hangat yang mungkin akan mencairkan sedikit kebekuan yang di terjadi di sepanjang kutub.
Hasilnya . NIHIL. Kau masih saja sekeras baja sedingin kutub utara. Kembali ku hirup aroma itu. Aroma yang selalu saja kau hadirkan- Sedari dulu. Aroma dingin dan tajam yang siap menghujam seluruh pembuluh hingga mencabik sel keramahanku.

Hei manusia dingin dan arogan!!! Terimalah semua pembalasan atas kelakuanmu!
Kau pikir kau saja yang terluka? hanya kau yang tersiksa?
Pernah kau berpikir jika kau seorang air? Mengapa kau hanya peduli minyak yang jelas saja berbeda dengan air. Minyak yang apa bila bertemu api akan merusak semuanya, sedangkan air memadamkan api itu. Air yang cinta akan damai dan kehidupan tenang. Apa pernah peduli itu?

Kita memang sudah lepas. Tak ada lagi lingkaran putih yang selama ini bersemedi mengelilingi kita. Tak ada lagi garis halus yang membentang menghubungkan kita.
Karena semua itu hanya semu. Sejatinya dari dulu kita tak pernah terhubung. Sama sekali tidak. Kesemuan seperti mimpi yangbila ku terjaga semua kembali baik.
Aku dipertemukan dengan mimpi buruk, agar aku merasakan betapa indahnya kehidupan nyata itu.

Terima kasih mimpi buruk. Dan kau , si peran utama mimpi buruk ku. Aku juga berterima makasih padamu.

Karena Tuhan akan memberikan beberapa kekeliruan dan kesalahan agar kemudian kita memahami kebenaran-Nya.
Sekarang aku telah menemukan kebenaran. Bukan api, tapi air. Walaupun tak jernih, tapi setidaknya jika melebur aku dan dia akan menyatu. Mengalir tenang dan bahagia. Of course.

Baik. Aku sangat baik sekarang. Kaupun tau, aku sangat baik -Tampa mu tentunya.

Sunday, July 10, 2011

return to paradise#2

Posted by ammie at 12:06 AM
Reactions: 
0 comments Links to this post
Pukul tujuh aku masih asik bergulung dengan selimut. Maklum udara yang dingin ditambah badan yang masih letih sehabis perjalanan yang menyita kurang lebih 2 hari.
Aku lupa hari ini berkunjung kerumah keluarga papa.
Mama seperti biasa telah menyiapkan segala sesuatunya. Itulah kenapa kalau ada mama aku tak bisa mandiri. Mama orang yang sigap dan gerakannya cepat.Usia tidak memudarkan kebiasaanya itu. Aku yang memamfaatkan kemanjaan yang sempat ku sesap dulu mulai menikmati saat seperti ini lagi. Mama memang paling the BEST.


***
Kampungku digemparkan oleh kabar tak sedap. Kali ini tentang seorang gadis yang katanya hamil diluar nikah. Berita ini seperti sambaran kilat dan petir, cepat sekali menyebar.
Desas-desus semakin tak mengenakkanku,apalagi sejak aku tau siapa selebriti yang sedang ramai dibicarakan itu.
Rina. Itulah nama gadis malang itu. Yang tiada lain adalah teman TK-SMPku.

Rina adalah sosok yang periang, giat dalam belajar.
Ia berasal dari keluarga yang sederhana, ayahnya seorang petani. Ia anak sulung dari empat bersaudara. Rambutnya pirang, matanya bulat, hitam manis.
Selama aku berteman ia tidak pernah mau kami berkunjung kerumahnya, katanya rumahnya jelek.
Suatu ketika aku dan Mega(teman ku juga) memutuskan untuk pergi kerumah Rina tampa sepengetahuannya.
Setelah berjalan berapa kilo kami tiba di depan sebuah rumah panggung berbahan papan dan seng, disekelilingnya ditumbuhi rumput-rumput liar.
"meg, kamu yakin ini rumahnya?"
"Iya, aku yakin"
Tak lama seorang anak kecil berambut pirang membuka pintu sambil menangis.
disusul oleh seorang wanita setengah baya.
"Mak bilang juga apa!!! Jangan nakal makanya!!" Wanita itu memarahi sambil memukul anak kecil itu.
Tampaknya ia menyadari ada yang memperhatikannya sedari tadi. Matanya yang bulat menatap kearah kami.
"Maaf bu, rinanya ada??" Aku gugup sekali.
"nggak ada, mau ngapain?"
"Mau maen aja" Mega memberanikan diri menjawab.
"Rina lagi bantu bapaknya di ladang, jadi nggak ada waktu buat main-main seperti kalian, mendingan sekarang kalian pulang saja". lalu iapun meninggalkan kami yang masih mematung dengan wajah pucat.

Sejak kejadian itu aku tidak pernah lagi berniat untuk kerumah Rina.
Di sekolah Rina sedikit minder dengan teman-teman yang lain, karena kulitnya hitam dan miskin, ia merasa berbeda dengan teman-temannya.
Tapi bagiku Rina mempunyai semangat belajar yang tinggi. Rina teman yang menyenangkan.

Setelah lulus SD kami melanjutkan SMP yang sama walaupun beda kelas, tapi kami selalu berangkat dan pulang bersama. Dia yang riang, polos dan apa adanya.
Lulus SMP aku pindah ke Jakarta dan kami benar-benar loss contak.
Aku dengar kabar dari mama, setelah lulus SMA Rina tidak melanjutkan kuliah, ia bekerja. Tapi aku tidak tau persis dimana, dan katanya lagi ia dipekerjakan disebuah daerah dan nggak dibolehin pulang. Selama tujuh bulan ia menghilang. Keluarganya sudah berusaha mencari informasi tapi tak ada hasil.
Dan di bulan ke delapan ia pulang dengan sehat. Hanya saja ia terlihat ketakutan, trauma. Ia jadi pemurung dan jarang keluar rumah.
Aku yang hanya pulang setahun sekali, tidak begitu tau apa yang terjadi dengan temanku itu.
Tapi aku dapat merasakan bagaimana penderitaan yang ia alami.
Cobaan tak henti di situ. Setahun yang lalu ia di ajak bekerja di salah satu restoran.
Rina yang polos dan apa adanya.
Dia hamil. Tapi aku yakin Rina teman ku masih yang dulu, ada pihak yang mungkin memamfaatkan kepolosannya.
Entah,,, aku tak mampu berbuat apa-apa.. :(

***
Suara mama menyentakkan ku.
"Katanya mau kerumah papa". Mama ku lihat telah berkemas.
Aku masih saja bermalas-malas di temapt tidur.
"Tapi ma, sebelum kerumah papa kita kerumah Rina ya ma??" Pintaku.
"Yasudah, ayo mandi sana..".

***
Aku dan mama menyusuri jalan menuju rumah rina. Tapi diperjalanan aku rasa ada yang aneh.
"Mah,,, ini kan bukan arah rumah Rina kan??"
"Iya, Rina kan udah nggak tinggal di rumahnya dulu"
"Trus dimana ma??"
"Dirumah mba yuk, kakak mamanya".
"Loh,,, emang rumahnya kenapa ma??"
"Kan udah lama nggak ditempatin, udah mau roboh gitu, nggak diurus,,"
"Trus adik-adiknya kemana??"
"Ya tinggal di rumah saudara mamanya".

Tak terasa kami sampai ditempat yang dimaksud.

Assalamu'alaikum...
Seorang wanita membalas salam kami.
Terlihat wanita berambut pirang sebahu dengan perut membuncit.
Mengenakan baju ketat sehingga perutnya tertekan(ketat karena perutnya semakin membuncit dan ia tak mampu membeli baju hamil) dan celana panjang lusuh.
Air mataku tak terbendung. Aku langsung memeluknya.

Ia tersenyum, walau aku tau dibalik mata bulatnya ada segores luka.
Ia tampak tegar.
"Kapan kamu tiba nak". Mama memulai pembicaraan.
"Kemarin bu".
"Trus kapan kamu nikahnya?"
" Rencana besok bu, nggak dirayain cuma ke KUA aja".
Untungnya yang menghamilinya bertanggung jawab dan akan menikahi Rina.

Setelah berbincang-bincang sebentar kami pamit, karena harus ke rumah papa.
Diperjalanan aku melihat mama menangis.
"Ma,,, kenapa??"
Mama menatapku, seperti ada kegundahan dihatinya.
Dengan terbata ia berkata
"Mama kasian ngeliat Rina, mama ngebayangin kalo itu kamu... Mama nggak tau apa jadinya mama kalo kamu yang seperti itu, mama mungkin gila..."
Aku memeluk mama erat.
"Ma,,,, doain airin ya ma,, semoga Allah selalu jaga Airin, dan Airin akan berusaha nggak akan ngecewain mama".
"Makanya jaga diri kamu ya nak, jangan bikin malu mama dan keluarga kita". Mama melepas pelukan ku sembari menyeka bulir embun yang mengenangi wajahnya.
"Kamu nggak mau kan kita jadi gunjingan orang,,,"
Aku menghela nafas.
"Ya Allah jangan biarkan aku melakukan hal yang membuat mama sedih, kecewa dan menderita, izinkan aku membahagiakan mama sampai nyawa ini berpulang pada-Mu.
Untuk temanku Rina, semoga ia diberi kekuatan melewati cobaan ini, YaAllah berikanlah Rina kehidupan yang lebih baik, aku tau ujian itu Kau beri karena kau menyayanginya. Ya Allah bahagiakanlah orang-orang yang pernah membahagiakanku".
Semoga Allah mendengarkan pinta ku ini.

Saturday, July 9, 2011

...return to paradise

Posted by ammie at 9:19 PM
Reactions: 
3 comments Links to this post
oktober 2009

akhirnya...
Tiga tahun lamanya aku tak menghirup udara seperti ini. Merasakan semilir angin menerpa wajah yang terlihat berseri.
Deretan pepohonan entah berantah jenisnya berjajar di kiri kanan jalanan.
Dedaunan lembab, udara begitu segar. Memancarkan aroma ketika aku baru menghirup di bumi ini. Yah..kampung halamanku....

Matahari menekuk ke barat, lenyap disela-sela rerindangan pohon.
"kak, berapa lama lagi kita sampai?"
"Kira-kira 2 jam lagi" Jawab kak desi. Aku begitu gelisah. Ingin segera bertemu kampung halamanku.

Ku lirik jam tangan. Tepat jam 8. Aku yang sedari tadi di hujam kantuk, seketika sel-sel kantuk itu menguap bersama angin rimba.
Ya, Ini dia yang aku tunggu. sepanjang Jalan ku lihat lilin berjejer ditambah kembang api yang digantung di pepohonan dan bunga. Keceriaan ku bertambah-tambah. Seakan seperti seorang putri yang kedatangannya sangat ditunggu rakyatnya.takbir berkumandann dengan syahdu dan hikmat.
Tampa sadar aku menitikkan airmata bahagia.
Aku menatap tampa berkedip. Tak ingin melewati sekejappun.

Memasuki jalanan yang sangat ku kenal. Dulu setiap pergi dan pulang sekolah aku selalu melewati jalan ini. Tampaknya ada yang berubah dibeberapa tempat.

Mobilpun berhenti dan memutar stri ke kanan memasuki sebuah halaman rumah sederhana bercat putih dengan kusen biru muda.
Yah,, itulah rumahku. Rumah kecil yang dulu dipenuhi gelak tawa, suka dan duka. Mama,papa,nenek,adik dan aku.

Didepan pintu tampak seorang wanita tua mengenakan baju hangat. Tak hentinya ia tersenyum lebar. Disebelahnya berdiri tegak laki-laki bertubuh tinggi jangkung mengenakan kupiah. Itulah adikku satu-satunya.

Kembali aku menitikkan air mata. tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Aku telah meninggalkan mereka selama itu. Serasa aku telah menghilang seratus tahun lamanya.
Waktu yang telah aku lewati tampa mereka. Waktu yang melelahkan. Kini seakan kelelahanku lenyap ketika pancaran senyum yang tak henti dari mereka.
Aku turun sembari membawa beberapa barang.
Pelukan mama mengalirkan kehangatan tiada tara. Mama tampak lebih kurus, drastis. Mungkin 10kiloan. garis diwajahknya bertambah banyak. Matanya sayu, menggelantungkan kesedihan. Sejak kepergian papa empat tahun yang lalu mama tentu saja terpukul hebat. Kehilangan separuh jiwa dan raganya. Aku mengaung di pundak mama. Aku harus membungkuk karena sekarang aku lebih tinggi dari mama.
Adikku. Dulu masih ingusan, suka merengek dan manja.
Sekarang terlihat rona kedewasaan bergayut di wajahnya.
Suaranya yang dulu lucu kini mulai berat karena tonjolan ditenggorokannya
Ahhh..adikku sudah besar ya...

Gema takbir menambah kepiluan hatiku. Aku melirik kesebuah figura. Seorang lekaki mengenakan pakaian sarjana lengkap dengan topi. Aku tersenyum.
Pa,,, aku datang. Bisikku dalam hati.
Aku melihat sekeliling ruangan. Tak banyak yang berubah, Kursi tamu warna cream pinggiran biru.Warna favoritku. Kursi merah yang biasa aku duduki ketika nonton TV sudah tidak ada.

"Kakinya udah patah, jadi mama pindahin kebelakang". Jelas mama ketika aku menanyakan soal kursi itu.
TV juga undah ngga keliahata. Jangan bilang mama jual karena nggak punya uang buat sehari-hari.
"Kamu ini,,, itu juga mama taro dibelakang, dideket kamar papamu".
Diruangan ini semua aktivitas kami lalukan disini. Solat berjam'ah, makan bersama, nonton TV, belajar, menunggu papa pulang kerja, bertengkar dengan adik, semuanya.

Aku meluncur kebelakang, Antara dapur dan ruang tamu terpadat ruangan. disana biasanya papa menaruh motor dan perkakas lainnya. Kini dindingnya dibongkar dan menyatu dengan ruang makan.(tapi kami jarang makan disana) ruangan itu tempat mama dan adik menonton TV.
Mereka pasti kesepian. Bisikku.

Sudah jam 10. Cepat sekali.
Setelah Cuci muka, aku merebahkan tubuh yang teramat lelah dalam berjalanan.
kamar ini..Selimut ini...Hmmmm.. Begitu nyaman. Kerinduanku membuncah...
"Kamu udah makan nak?" Tanya mama.
"belum".
"Mama udah siapin makanan kesukaan kamu, dendeng basah".
"Mau...mau..." aku meloncat dari kasur seperti anak umur 5 tahun.
"Masakan mama... Nikmat sekali".
Aku mengunyah perlahan, merasakan sentuhan yang sudah lama tidak ku sesap.

~oOo~

Monday, July 4, 2011

[cinderleila] aroma siang ini

Posted by ammie at 9:31 PM
Reactions: 
2 comments Links to this post
15 september 2010

Siang ini sangat cerah, matahari mengganas seiring lajunya pertumbuhan waktu.
Berkejaran memburu senja.
Diantara hiruk pikuk gedung biru kuselipkan alunan kiss the rain, lagu yang selalu ku hidangkan saat menulis coretan sendu.

Sempat aku berpikir tak akan lagi berkunjung ke jendelamu. Sedari dulu aku telah mengetahui yang terjadi sesudahnya.
Perasaan ku tak karuan, kenapa ingin sekali untuk berkunjung -lagi ke jendelamu, sekedar mencogok lalu menghilang lagi tampa kau tau.
Bila dilihat kusenku masih hitam putih seperti sedia kala. Bagaimana dengan kusenmu??
Aku semakin penasaran. Ku acungkan jari kelingking. Lalu bergumam.
"sekali ini saja"
Lalu meminta maaf pada diriku yang telah melanggar janji.
Sepertinya diri ini sedang murah hati dengan enteng memperbolehkan ku berkunjung kejendelamu.
Senyum tipis sedikit merakah. Walaupun kemudian berubah menjadi kerut keruh.

Seperti beberapa waktu lalu...
Berentet ucapan selamat terpampang disana.
Mataku pedas,seperti ketika mengiris bawang. Ku yakinkan bahwa penglihatanku yang kabur.Kuraih kotak spion ku dan ku dekatkan kepala ku beberapa inci di depan jendelamu. Aku sangat berharap mataku ini yang salah.

"Selamat ya bro... Udah beda status ni ye.. gue tunggu undangannya? :)".
relationship : BERTUNANGAN

Seketika aroma semangkok soto berubah anyir kali. Kali yang tertonggok anggun di belakang gubukku. Hitam, pekat dan busuk.
Perutku yang sedari tadi meraung kelaparan seketika ngabur entah kemana. usus ku dililit ribuan tikus yang sering berarak di tepi kali.

"Lel, dimakan sotonya.. keburu dingin ga enak, katanya tadi teriak laper..."

"He eh... " aku tersentak. Suara itu meletuskan aroma-aroma tak sedap.
Kembali ku hirup aroma soto yang mulai dingin.
"ia,,, :) ". aku mulai menyendok.
Siang ini. aku ingin lebih siap dari sebelumnya. Apapun itu.

gembirakanlah hatiku yang sering dipedihkan oleh ketidak-adilan orang lain.

Tidak ada ketidak-adilan yang bisa terjadi, tanpa disiapkan penyeimbangnya oleh Tuhan.

Jika hakmu dicurangi, ada sesuatu yang dilebihkan bagimu di sudut yang sebetulnya sangat terang, jika engkau membebaskan mata hatimu dari kemarahan dan kesedihan.

Damaikanlah hatimu, agar terlihat jelas keadilan Tuhan bagimu.
(mari0 teguh)


Tuhan tak akan memberikan ketabahan tampa sebelumnya diberi suatu kepedihan.
Tiada kemudahan sebelum adanya kesusahan.
Tiada kebahagiaan tampa adanya penderitaan.
itulah cara Tuhan menyeimbangkan hidup kita.
 

_piece of nightstory_ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea