Saturday, July 9, 2011

...return to paradise

Posted by ammie at 9:19 PM
Reactions: 
oktober 2009

akhirnya...
Tiga tahun lamanya aku tak menghirup udara seperti ini. Merasakan semilir angin menerpa wajah yang terlihat berseri.
Deretan pepohonan entah berantah jenisnya berjajar di kiri kanan jalanan.
Dedaunan lembab, udara begitu segar. Memancarkan aroma ketika aku baru menghirup di bumi ini. Yah..kampung halamanku....

Matahari menekuk ke barat, lenyap disela-sela rerindangan pohon.
"kak, berapa lama lagi kita sampai?"
"Kira-kira 2 jam lagi" Jawab kak desi. Aku begitu gelisah. Ingin segera bertemu kampung halamanku.

Ku lirik jam tangan. Tepat jam 8. Aku yang sedari tadi di hujam kantuk, seketika sel-sel kantuk itu menguap bersama angin rimba.
Ya, Ini dia yang aku tunggu. sepanjang Jalan ku lihat lilin berjejer ditambah kembang api yang digantung di pepohonan dan bunga. Keceriaan ku bertambah-tambah. Seakan seperti seorang putri yang kedatangannya sangat ditunggu rakyatnya.takbir berkumandann dengan syahdu dan hikmat.
Tampa sadar aku menitikkan airmata bahagia.
Aku menatap tampa berkedip. Tak ingin melewati sekejappun.

Memasuki jalanan yang sangat ku kenal. Dulu setiap pergi dan pulang sekolah aku selalu melewati jalan ini. Tampaknya ada yang berubah dibeberapa tempat.

Mobilpun berhenti dan memutar stri ke kanan memasuki sebuah halaman rumah sederhana bercat putih dengan kusen biru muda.
Yah,, itulah rumahku. Rumah kecil yang dulu dipenuhi gelak tawa, suka dan duka. Mama,papa,nenek,adik dan aku.

Didepan pintu tampak seorang wanita tua mengenakan baju hangat. Tak hentinya ia tersenyum lebar. Disebelahnya berdiri tegak laki-laki bertubuh tinggi jangkung mengenakan kupiah. Itulah adikku satu-satunya.

Kembali aku menitikkan air mata. tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar. Aku telah meninggalkan mereka selama itu. Serasa aku telah menghilang seratus tahun lamanya.
Waktu yang telah aku lewati tampa mereka. Waktu yang melelahkan. Kini seakan kelelahanku lenyap ketika pancaran senyum yang tak henti dari mereka.
Aku turun sembari membawa beberapa barang.
Pelukan mama mengalirkan kehangatan tiada tara. Mama tampak lebih kurus, drastis. Mungkin 10kiloan. garis diwajahknya bertambah banyak. Matanya sayu, menggelantungkan kesedihan. Sejak kepergian papa empat tahun yang lalu mama tentu saja terpukul hebat. Kehilangan separuh jiwa dan raganya. Aku mengaung di pundak mama. Aku harus membungkuk karena sekarang aku lebih tinggi dari mama.
Adikku. Dulu masih ingusan, suka merengek dan manja.
Sekarang terlihat rona kedewasaan bergayut di wajahnya.
Suaranya yang dulu lucu kini mulai berat karena tonjolan ditenggorokannya
Ahhh..adikku sudah besar ya...

Gema takbir menambah kepiluan hatiku. Aku melirik kesebuah figura. Seorang lekaki mengenakan pakaian sarjana lengkap dengan topi. Aku tersenyum.
Pa,,, aku datang. Bisikku dalam hati.
Aku melihat sekeliling ruangan. Tak banyak yang berubah, Kursi tamu warna cream pinggiran biru.Warna favoritku. Kursi merah yang biasa aku duduki ketika nonton TV sudah tidak ada.

"Kakinya udah patah, jadi mama pindahin kebelakang". Jelas mama ketika aku menanyakan soal kursi itu.
TV juga undah ngga keliahata. Jangan bilang mama jual karena nggak punya uang buat sehari-hari.
"Kamu ini,,, itu juga mama taro dibelakang, dideket kamar papamu".
Diruangan ini semua aktivitas kami lalukan disini. Solat berjam'ah, makan bersama, nonton TV, belajar, menunggu papa pulang kerja, bertengkar dengan adik, semuanya.

Aku meluncur kebelakang, Antara dapur dan ruang tamu terpadat ruangan. disana biasanya papa menaruh motor dan perkakas lainnya. Kini dindingnya dibongkar dan menyatu dengan ruang makan.(tapi kami jarang makan disana) ruangan itu tempat mama dan adik menonton TV.
Mereka pasti kesepian. Bisikku.

Sudah jam 10. Cepat sekali.
Setelah Cuci muka, aku merebahkan tubuh yang teramat lelah dalam berjalanan.
kamar ini..Selimut ini...Hmmmm.. Begitu nyaman. Kerinduanku membuncah...
"Kamu udah makan nak?" Tanya mama.
"belum".
"Mama udah siapin makanan kesukaan kamu, dendeng basah".
"Mau...mau..." aku meloncat dari kasur seperti anak umur 5 tahun.
"Masakan mama... Nikmat sekali".
Aku mengunyah perlahan, merasakan sentuhan yang sudah lama tidak ku sesap.

~oOo~

3 comments:

Sang Cerpenis bercerita said...

dendeng basah itu apa ya? sejenis empat?

Senja said...

selamat pagi dik :)

ini sepenggal kisah hidupmu kah ?kalo bgt sering2lah pulang dan menengok mama tercinta :)

ammie said...

@mba irma : hehehe... blajar nulis aja kak,,hehehe
ia kak, pgnnya juga gitu, tpi kan jauh dan perlu budget gede..
mba juga org padang ya??ah,,aku panggil uni aja ya..:)
kak, kpn2 kopdar yuk kak :)

@mba fani : itu makanan khas padang, daging sapi direbus terus dilumuri cabe goreng pake tomat..beehhh wenak tenen..jadi ngiler...:P

 

_piece of nightstory_ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea